Istana Kepresidenan secara tegas menepis rumor yang beredar di media sosial mengenai penunjukan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, sebagai koordinator penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Isu tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di platform X (Twitter), yang menarasikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menugaskan Haji Isam secara khusus untuk memimpin operasi penanggulangan karhutla.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bantahannya. Prasetyo menegaskan bahwa isu penunjukan tersebut sama sekali tidak benar. Meskipun pemerintah memang mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat serta berbagai pihak untuk bergotong royong membantu pemadaman api, penunjukan peran koordinator secara spesifik kepada Haji Isam tidak pernah dilakukan karena hal itu di luar ranah kewenangannya. Penanganan karhutla secara resmi dikoordinasikan oleh pejabat setingkat menteri yang ditunjuk oleh pemerintah.
Isu ini mencuat di tengah maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total luas lahan yang terbakar di Indonesia telah mencapai lebih dari 72.798 hektare. Wilayah dengan dampak terluas berada di Kalimantan Barat dengan luas lahan terbakar melebihi 38.310 hektare, disusul oleh Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Jambi. Untuk menanggulangi bencana ini, puluhan ribu personel satgas darat beserta puluhan helikopter dan operasi modifikasi cuaca telah dikerahkan ke provinsi-provinsi terdampak.